Perayaan Cinta dan Harapan pada 7 Juli 2025

Tanabata, yang juga dikenal sebagai Festival Bintang, merupakan salah satu perayaan tradisional paling romantis dan indah di Jepang. Dirayakan setiap tanggal 7 Juli, festival ini menggabungkan legenda cinta yang mengharukan dengan tradisi budaya yang telah mengakar selama berabad-abad dalam masyarakat Jepang.

Legenda di Balik Festival Tanabata

Festival Tanabata didasarkan pada kisah romantis dua bintang, Orihime dan Hikoboshi, yang jatuh cinta namun dipisahkan oleh Bima Sakti, dan hanya bisa bertemu satu sama lain pada hari ketujuh bulan ketujuh ketika jembatan melintasi Bima Sakti dibangun untuk sepasang kekasih yang terpisah ini.

Orihime, yang melambangkan bintang Vega, adalah seorang penenun yang ahli, putri dari Raja Langit. Sementara Hikoboshi, yang melambangkan bintang Altair, adalah seorang penggembala sapi yang rajin. Keduanya begitu tenggelam dalam cinta mereka sehingga mengabaikan tugas-tugas mereka. Sebagai hukuman, Raja Langit memisahkan mereka dengan Bima Sakti, namun terharu oleh kesedihan putrinya, akhirnya mengizinkan mereka bertemu sekali dalam setahun jika langit cerah.

Tradisi dan Ritual Tanabata

Tanzaku: Menuliskan Harapan pada Kertas Berwarna

Salah satu tradisi Tanabata yang populer adalah menulis harapan seseorang pada selembar kertas, dan menggantung kertas tersebut pada pohon bambu yang khusus didirikan, dengan harapan bahwa keinginan tersebut akan menjadi kenyataan.

Orang-orang menulis harapan mereka pada kertas dan menggantungkannya di cabang bambu. Anak-anak mungkin mendambakan mainan baru, kesuksesan dalam belajar, atau peningkatan dalam olahraga favorit mereka, sementara harapan orang dewasa mungkin berpusat pada pekerjaan atau percintaan.

Kertas berwarna-warni ini disebut tanzaku, dan biasanya ditulis dengan kuas dan tinta hitam. Warna-warna yang berbeda memiliki makna simbolis tersendiri dalam tradisi Jepang.

Dekorasi Bambu dan Ornamen Tradisional

Di Jepang masa kini, orang-orang umumnya merayakan hari ini dengan menulis harapan, kadang-kadang dalam bentuk puisi, pada tanzaku, potongan kertas kecil, dan menggantungkannya pada bambu, kadang-kadang dengan dekorasi lain.

Anak-anak dan orang dewasa menulis harapan mereka pada potongan kertas berwarna yang sempit dan menggantungkannya, bersama dengan ornamen kertas lainnya, pada cabang bambu yang ditempatkan di halaman belakang atau pintu masuk rumah mereka.

Bambu dipilih karena dipercaya tumbuh lurus menuju langit, sehingga dapat menyampaikan doa dan harapan kepada para dewa. Setelah festival berakhir, bambu dan dekorasi sering dilarung ke sungai atau dibakar dalam ritual pembersihan spiritual.

Festival Tanabata Besar di Jepang 2025

Festival Sendai Tanabata

Festival Tanabata terbesar di Jepang diadakan di Kota Sendai dari tanggal 6-8 Agustus. Arcade perbelanjaan Sendai didekorasi dengan dekorasi buatan tangan dan pita berwarna-warni yang cerah, dan orang-orang mengenakan yukata (kimono musim panas) yang hidup.

Festival Shitamachi Tanabata di Tokyo

Festival Shitamachi Tanabata diadakan di Kappa Street, yang terletak antara Ueno dan Asakusa. Selama periode acara, Anda dapat melihat dekorasi tradisional dan mewah untuk Tanabata menggunakan kertas berwarna-warni dan lentera.

Festival Tanabata di Kyoto

Periode acara: 5 Juli (Sabtu) dan 6 Juli (Minggu), 2025. Waktu: 17:00 – 21:30 (masuk terakhir) Festival di berbagai kuil di Kyoto menampilkan tarian dan konser sebagai persembahan.

Makna Budaya dan Spiritual

Festival Tanabata bukan hanya sekadar perayaan romantis, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam budaya Jepang. Festival ini mengajarkan tentang pentingnya kerja keras, dedikasi, dan pengorbanan dalam cinta. Selain itu, tradisi menuliskan harapan mencerminkan kepercayaan masyarakat Jepang terhadap kekuatan doa dan visualisasi impian.

Perayaan Modern Tanabata

Di era modern, Tanabata telah berkembang menjadi festival komunitas yang meriah. Festival Tanabata yang penuh warna diadakan di seluruh Jepang pada awal Juli dan Agustus. Mall, sekolah, dan area publik dihiasi dengan dekorasi Tanabata yang spektakuler, menciptakan suasana magis yang menarik wisatawan dari seluruh dunia.

Masyarakat modern juga mengadaptasi tradisi ini dengan menulis harapan digital atau menggunakan aplikasi khusus untuk berbagi harapan Tanabata mereka di media sosial, memperlihatkan bagaimana tradisi kuno dapat beradaptasi dengan zaman.

Penutup

Tanabata 2025 akan kembali menyihir Jepang dengan keindahan tradisi yang telah berusia ribuan tahun. Festival ini bukan hanya perayaan cinta antara Orihime dan Hikoboshi, tetapi juga momen bagi masyarakat Jepang dan pengunjung dari seluruh dunia untuk merenungkan harapan dan impian mereka, sambil menikmati keindahan budaya yang kaya dan bermakna.

Melalui ritual sederhana menuliskan harapan pada tanzaku dan menggantungkannya pada bambu, Tanabata mengajarkan kita bahwa impian dan harapan adalah bagian penting dari kehidupan manusia, dan bahwa tradisi dapat menjadi jembatan yang menghubungkan masa lalu, kini, dan masa depan.