Obon Matsuri merupakan salah satu festival terpenting dalam kalender Jepang yang menandai waktu kembalinya roh leluhur ke dunia fana. Festival yang berlangsung selama empat hari ini bukan hanya sekadar perayaan keagamaan, melainkan juga momen reuni keluarga yang sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat Jepang. Dengan perpaduan antara tradisi Buddha dan kepercayaan Shinto, Obon telah menjadi bagian integral dari identitas budaya Jepang selama berabad-abad.

Sejarah dan Makna Obon
Festival Obon memiliki akar sejarah yang mendalam dalam tradisi Buddha Jepang. Nama “Obon” sendiri berasal dari kata Sanskerta “Ullambana” yang berarti “tergantung terbalik,” merujuk pada penderitaan yang dialami oleh roh-roh di alam baka. Menurut kepercayaan Buddha, selama periode Obon, veil antara dunia orang hidup dan dunia roh menjadi tipis, memungkinkan leluhur untuk kembali mengunjungi keluarga mereka.
Festival ini dirayakan berdasarkan keyakinan bahwa roh leluhur yang telah meninggal dapat kembali ke rumah keluarga mereka selama periode khusus ini. Obon bukan hanya tentang menghormati orang yang telah meninggal, tetapi juga merayakan kontinuitas keluarga dan menghargai pengorbanan generasi sebelumnya yang telah membentuk kehidupan saat ini.
